Kupas Tuntas Travel Photography Bareng Kristupa Saragih

Maret 14, 2016



Kupas Tuntas Travel Photography Bareng Kristupa Saragih - Traveling kini sudah menjadi bagian gaya hidup hampir semua lapisan masyarakat. Mulai dari yang bepergian a la backpacker dengan memanggul ransel-ransel besar ataupun a la koper dengan pilihan fasilitas yang lebih nyaman.

Ngomongin traveling pasti nggak lepas dari yang namanya foto-foto. Trus, gimana ya kita bisa menghasilkan foto yang tak hanya ciamik tapi juga bisa menunjang tulisan traveling? Hal-hal apa saja yang bisa difoto selama traveling? Nah, kebetulan hari Sabtu tanggal 27 Februari lalu, aku ikutan workshop Travel Photography yang diadakan Gudang Digital bekerjasama dengan Fujifilm. Acaranya sendiri bertempat di Heritage hotel Easpac yang ada di jalan Seturan.


Mengenal Sosok Kristupa Saragih

Awal niatan ikutan workshop travel photography, jelas karena pengen tahu seluk beluk travel photography dari ahlinya langsung. Apalagi ada stempel GRATIS di bannernya. *lalu dikepret tripod pak Kristupa. Hahaha..

Jujur, awalnya aku nggak tahu profil Kristupa Saragih. Mikirnya simple, kalau Fujifilm menggandeng Kristupa Saragih untuk jadi pembicara, pastinya blio bukan fotografer ecek-ecek dong. Dan, benar! Kristupa Saragih merupakan fotografer senior yang menjadikan fotografer sebagai jalan hidupnya.

Dilihat dari bio yang dicantumkan di webnya, Kristupa menulis bahwa ia adalah seorang Full-time photographer, part-time writer, lifetime traveller, easy-time music listener, past-time oilfield engineer. Sudah sekitar 12 tahunan Kristupa menggeluti profesional photography. Kristupa juga merupakan co-founder dari Fotografer.net yang mempunyai ribuan member di seluruh dunia.

Persiapan sebelum traveling

Apa sesungguhnya esensi dari travel photography, ini yang menjadi topik bahasan pembuka di workshop travel photography kemarin. Konon kata Kristupa Saragih, travel photography itu bukan untuk pamer! Inti dari travel photography itu bukan hanya untuk upload foto di sosmed biar orang tahu kita sudah pernah kemana saja, tetapi untuk BELAJAR. Belajar apa? Belajar budaya, keberagaman, kebijaksanaan dll.  

Nah, sebelum cuz berangkat traveling, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, diantaranya;
  1. Persiapan alat tempur. Bawa kamera sesuai budget dan kebutuhan. Penting juga diingat, kamera yang akan dibawa adalah kamera yang sudah kita kenali cara penggunaannya. Jangan sampai kita disibukkan dengan mengutak-atik kamera selama perjalanan. Untuk pilihan lensa, ada 2 lensa yang umum digunakan saat traveling yaitu, lensa tele dan wide. Jika memungkinkan, bawalah tripod untuk berjaga-jaga saat kita menemui medan yang sulit.
  2. Kenali lokasi yang dituju. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai tempat yang akan dituju. Konon kabarnya, fotografer National Geographic menghabiskan banyak waktu untuk penelitian sebelum akhirnya diterjunkan ke lokasi. Cari tahu bagaimana cuaca dan suasana terkini, budaya dan adat istiadat, makanan dll. Temukan keunikan tempat serta kebiasaan penduduk setempat. Gali semua info yang dibutuhkan lewat googling, membaca buku-buku yang berkaitan dengan tempat yang akan didatangi, ataupun bertanya langsung pada kenalan yang tinggal disana atau yang baru saja melakukan perjalanan ke tempat tersebut.
  3. Belajar bahasa. Berbeda dengan memotret still life, seorang travel photographer dituntut untuk pandai berinteraksi serta membangun komunikasi untuk mendapatkan informasi otentik tempat yang dituju serta foto-foto yang natural. Setiap orang akan merasa lebih dekat saat disapa dengan bahasa ibunya. Meski kita mengucapkannya dengan terbata-bata atau salah, mereka akan lebih menghargai kita. Cobalah untuk mengetahui 3 bahasa penting untuk membangun komunikasi, yakni terimakasih, tolong dan maaf, juga kalimat sapaan yang umum digunakan oleh penduduk setempat. 

Cakupan travel photography itu luas diantaranya, landscape, human interest, food, dan street photography. Tapi, ada satu hal yang mesti dilakukan sebelum menentukan jenis foto yang akan diambil. Coba perhatikan, rasakan, selami dan nikmati apa yang kamu temukan. Gunakan kelima indra untuk menyerap semua yang dirasakan ragawi. Bagaimana cuacanya, dingin atau terikkah? Bagaimana masyarakat setempat berinteraksi, berpakaian, juga seperti apa makanan mereka. Buat kesan pertama yang tak terlupakan. 
Foto dokumentasi Kristupa Saragih




Lalu, apa saja foto yang bisa diambil selama traveling? Beberapa diantaranya:

  1. Landscape. Foto pemandangan yang meliputi gunung, laut, danau, rawa, sungai, gurun dll masuk dalam kategori foto landscape. Memotret landscape tidak hanya memotret keindahan visualnya saja, tetapi juga tentang bagaimana kita merasakan tempat tersebut. Sekali lagi, gunakan kelima panca indra untuk menyerap semua informasi sebelum memutuskan seperti apa angle yang akan diambil.  
  2. People & Human Interest. Satu pesan dari Kristupa Saragih saat memotret portrait, pilih wajah yang memiliki karakter yang menonjol yang bisa menginformasikan bahwa orang yang kita foto adalah betul-betul penduduk setempat. Misalnya, penduduk Irian dengan kulit dan rambutnya yang khas. 
  3. Cities & Towns. Setiap kota memiliki tampilan yang khas. Arsitektur bangunannya, patung, aktivitas keseharian penduduknya dll. Street photography bisa juga dijadikan pilihan saat kita mengunjungi suatu tempat.  
  4. Food. Makanan adalah salah satu yang bisa dieksplore saat traveling. Usahakan untuk mengunjungi pasar tradisional karena disana kita akan menemukan banyak hal yang unik, termasuk makanan khas daerah setempat. Selain itu, pola interaksi masyarakat setempat juga akan terlihat disana. Usahakan memotret makanan saat makanan itu diproses. 
***


You Might Also Like

18 Komentar

  1. Dulu aku kira moto landscape lebih gampang daripada moto yang lain. Ternyata samaa susahnyaaa.. X)
    Makasih artikelnya mbaak, bisa buat bekal kalau jalan jalan nih

    BalasHapus
  2. Nice share mak ika... noted beberapa hal untuk memperkece foto perjalanan.. makasih..

    BalasHapus
  3. mbak, foto yg pepohonan itu keren euy. Berasa ada di film LOTR. Hehehe

    Human interestnya juga yahuttt

    BalasHapus
  4. Mauuu diajakk makk kl ada workshop2 asik di jogjaa 😊😊😊

    BalasHapus
  5. Wah beruntung banget ya bisa hunting foto bareng Kristupa Saragih. Bagus2 tuh fotonya :D

    BalasHapus
  6. kalo say aliat foto travelling paling suka yang foto orang (human interest), itu kan fotonya susah bgt ya musti nunggu momen, ambil angle yg tepat dan org yang difoto kesannya natural. suka bgt foto yang kayak gitu.

    BalasHapus
  7. Wah ilmunya keren mak :) menyatukan 5 panca indera dalam foto, sepertinya harus diaplikasikan nih ^^

    BalasHapus
  8. nice share mba ika, aku masih belajar nih popotoan hehehe...

    BalasHapus
  9. Terima kasih atas ilmunya Mbsk Ika. Aku tuh paling malas riset tempat sebelum bepergian. Mulai sekarang insaf deh :)

    BalasHapus
  10. Baca ini jd pgn jln2 hihihi

    BalasHapus
  11. Trims mba Ika..jd bs ikut mengintip ilmu pak Kristupa... Mudah2an bs menerapkannya.. BTW..foto2 mbak ciamiik.. :)

    BalasHapus
  12. workshop dari bang kristupa saragih pasti keren. dia fotografer yang ngehit banget. beliau adalah salah satu blogger senior di jogja. jaman komunitas blogger nya cahandong

    BalasHapus
  13. Wow, beliau mantan insinyur perminyakan? Keren ...

    BalasHapus
  14. Ilmu baru nih, makasih mak Ika. Pengen juga nih bisa jepret-jepret yang bagus

    BalasHapus
  15. Kristupa Saragih, 3 tahun lalu sering ketemu apalagi saat fotografer.net masih merajai dunia fotografi di dumay, foto-fotonya ajib semua ya mbak ika.
    Pengeen banget nih bisa jadi traveller photographer hehe amiin

    BalasHapus
  16. Selalu takjub dengan hasil foto mba ika. Pencahayaannya bagus banget

    BalasHapus
  17. Daerah mana sih itu mbak? indah juga yah, pantai nya aja sudah memikat saya.

    BalasHapus
  18. Bang Kris memang mantaaaap...ngga sabar kembali ke tanah air dan belajar bareng dengan para maestro :)

    BalasHapus